
YAPENSA.OR.ID, - (27/12/2018)Sebanyak 30 Mahasiswa dari program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia melakukan praktek lapang ke Kampung kopi Bili Bili yang terletak di Dusun Bilaya Desa Pallantikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa.
Di dampingi oleh seorang dosen Yakni Tsalis Kurniawan, mahasiswa antusias mengelilingi area kampung kopi yang dipandu oleh pengurus kampung kopi Bili Bili bersama dengan Yapensa. Menurut dosen pendamping, praktek lapang ini merupakan tugas mata kuliah pemberdayaan masyarakat.
rombongan dari UMI diajak ke lokasi pembibitan, penjemuran, wahana edukasi dan cafe serta ke ruang meeting dan informasi sekaligus menggelar acara talk show yang dipandu oleh Ikhsan S (Koordinator Supply Chain Yapensa).
Talk show dimulai dengan perkenalan Yapensa oleh Ikhsan S seperti sejarah terbentuknya dan seputar program Bawakaraeng Coffee serta hubungannya dengan kampung kopi Bili Bili.
Awaluddin, penanggung jawab kampung kopi Bili Bili menjelaskan "Selain kopi, lokasi ini juga akan dikembangkan klaster lainnya yakni kakao, dan anggrek, dimana kami bekerja sama dengan kampung anggrek di Jawa Timur. Tempat ini dirancang sebagai tempat wisata yang mengedukasi, dan harapan kami dengan datangnya mahasiswa disini akan membuka inspirasi untuk datang lagi kesini belajar dan kami terbuka untuk kita belajar sama sama disini ".
Pada sesi tanya jawab, Arjuna salah satu Mahasiswa mempertanyakan tentang aspek petik olah jual ditingkat petani dan Winda purnamasari bertanya tentang bagaimana cara merekrut petani binaan Yapensa.
Makmur Sakibe selaku pengurus Yapensa menerangkan bahwa "pemberdayaan itu adalah jiwa, bukan semata teori. Petik olah jual ditingkat Petani dibarengi dengana adanya konsep pemberdayaan Petani dari segi ilmu pengetahuan dan melihat nilai ekonomi".
"Berhubungan dengan pertanyaan Winda purnamasari,kami selama 6 bulan melakukan assesment untuk merekrut Petani binaan dengan beberapa persyaratan salah satunya memiliki kebun kopi dengan luasan area yang ditentukan dan teman teman dilapangan melakukan survei langsung" jawab Ikhsan S.
Pada sesi akhir, talk show pun ditutup dengan informasi dari Awaluddin bahwa kedepannya selain orang sekitar kampung kopi Bili Bili, akan dilakukan pemberdayaan Ibu ibu lorong di Makassar dengan membawakan pekerjaan kesana seperti menyortir kopi sehingga ibu ibu disana dapat bekerja sambil tetap dapat menjaga anaknya dan menunggu suaminya pulang kerja, dalam hal ini pengurus akan bekerja sama dengan Walikota Makassar. (prd)